Istanbul (ANTARA) - Topan Bavi mengganggu penerbangan di Prefektur Okinawa, Jepang selatan, pada Sabtu, ketika otoritas di Jepang dan China memperingatkan potensi banjir, tanah longsor, dan kondisi pesisir yang berbahaya.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa topan tersebut dapat membawa angin kencang yang mampu merusak rumah, gelombang tinggi, serta banjir di wilayah pesisir rendah dan daerah di sepanjang sungai, lapor Kyodo News.
Di China, pusat meteorologi nasional mengeluarkan peringatan topan tingkat oranye. Kelas tatap muka dihentikan, objek wisata ditutup, dan beberapa layanan feri dihentikan di wilayah terdampak, menurut media pemerintah Global Times.
Badai tersebut diperkirakan mendekati pesisir Provinsi Zhejiang dan Fujian sebelum mendarat antara Kota Taizhou di Zhejiang dan Fuding di Fujian pada Minggu dini hari, dengan status sebagai topan kuat atau topan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Geofisika, dan Astronomi Filipina menyatakan pada Sabtu bahwa Topan Bavi telah keluar dari Wilayah Tanggung Jawab Filipina.
Sedangkan Badan Meteorologi Cuaca Pusat Taiwan mengatakan topan diperkirakan melintas paling dekat dengan pulau itu antara Sabtu sore hingga malam hari, membawa angin terkuat dan curah hujan terlebat.
Peringatan laut dan darat masih berlaku, menurut laporan Focus Taiwan.
Badan tersebut menambahkan bahwa peringatan kemungkinan dicabut pada Minggu pagi ketika badai bergerak semakin jauh dari Taiwan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: El Nino muncul lagi, Jepang waspadai gelombang panas ekstrem
Baca juga: Cegah karhutla, Prancis tiadakan tradisi kembang api Hari Bastille
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.