Hingga Sabtu waktu setempat, 11 Juli 2026, Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez melaporkan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai sedikitnya 4.333 orang, sementara lebih dari 16.740 lainnya mengalami luka-luka.
Gempa berkekuatan 7,2 magnitudo yang disusul beberapa detik kemudian oleh gempa 7,5 magnitudo itu juga menyebabkan ribuan bangunan hancur dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal.
Rodriguez mengatakan pemerintah masih mengerahkan kekuatan besar untuk mempercepat penanganan bencana di berbagai wilayah terdampak.
"Saat ini, lebih dari 31.837 tentara dan 30.197 sukarelawan masih dikerahkan di seluruh negeri untuk menjamin kesejahteraan penduduk yang terkena dampak. Sebagai bagian dari upaya ini, kami telah memastikan bantuan medis kepada 31.193 pasien dan memastikan distribusi lebih dari 9.766 ton makanan," kata Rodriguez melalui media sosial.
Hingga kini, sekitar 18.437 orang masih bertahan di kamp-kamp pengungsian sementara, sedangkan lebih dari 17.900 warga dilaporkan belum memiliki tempat tinggal.
PBB memperkirakan sekitar 1,3 juta penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak.
Karena itu, badan dunia tersebut menggalang dana internasional guna memastikan kebutuhan dasar para penyintas, mulai dari pangan, layanan kesehatan, hingga tempat tinggal sementara, dapat segera terpenuhi.
Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher yang mengunjungi La Guaira pekan ini mengaku bertemu dengan sejumlah ibu yang hingga kini masih mencari anak-anak mereka yang hilang.
"Para ibu itu bertanya kepada saya tadi malam, 'Apakah bantuan akan datang?' Kita harus menunjukkan bahwa kita akan menjawab pertanyaan dari para ibu itu: bantuan akan datang. Mari kita tunjukkan bahwa solidaritas global tetap kuat seperti sebelumnya dan bahwa kita akan tetap teguh pada pendirian kita," tegasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google