Jakarta -
Meski rumah tangga mereka telah berakhir, Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa disebut tetap mengesampingkan persoalan pribadi demi kepentingan sang buah hati. Komunikasi yang masih terjalin kini difokuskan pada kebutuhan anak.
Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, mengatakan komunikasi antara kliennya dengan mantan istri memang sudah tidak lagi intens. Menurutnya, keduanya hanya sesekali berkomunikasi jika berkaitan dengan urusan anak.
"Ya kalau dilihat apa yang disampaikan oleh Insanul kepada saya, memang hubungannya udah memang... jarang juga WA, telepon, itu jarang sekali ya. Cuma mungkin kalau urusan anak mungkin ada sesekali mungkin telepon-telepon atau WA masih ada, tapi secara garis besar memang sudah jarang komunikasi yang intens ya. Seperti itu sih infonya," kata Tommy Tri Yunanto dalam wawancara daring, Jumat (11/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski komunikasi keduanya terbatas, Tommy menyebut hubungan Insanul dengan anaknya berjalan cukup baik. Ia juga mengatakan Wardatina tidak pernah menghalangi kliennya untuk bertemu dengan sang buah hati.
"Ya kalau selama ini sih udah bagus ya. Intens ketemu anak, dan komunikasi untuk bisa jalan sama anak sekarang udah... udah cukup bagus sih. Sudah enggak kayak kemarin-kemarin waktu awal. Rasanya sekarang ini tinggal memanage dan me-maintain ya, untuk bisa ke depannya lebih bagus kan gitu," ujarnya.
Tommy mengungkapkan Insanul juga rutin meluangkan waktu untuk bertemu dan bermain bersama anaknya di sela-sela kesibukan.
"Minggu lalu ketemu sih. Insanul tuh sama anaknya, main dia. Jadi masih... masih sih masih. Kalau waktunya bisa, Insanul pasti ngajak main anaknya ke mal, ke mana gitu. Biasanya main bareng sama Insanul. Gitu," tuturnya.
Menurut Tommy, setelah perceraian, yang terpenting adalah bagaimana kedua orang tua tetap bekerja sama demi masa depan anak. Ia menilai kebutuhan anak harus menjadi prioritas utama di atas persoalan yang pernah terjadi di antara keduanya.
"Nah, bagian terpenting nanti adalah bagaimana anak-anak ini bisa terakomodir pendidikannya, sandang, pangan, kasih sayang, dan lain-lain. Tentunya itu yang lebih penting," pungkas Tommy.
(fbr/nu2)