Featured image of post Kuncen Gunung Kawi Murka, Sebut Pesulap Merah Kurang Ajar Usai Kontennya Viral

Kuncen Gunung Kawi Murka, Sebut Pesulap Merah Kurang Ajar Usai Kontennya Viral

 Lifestyle Showbiz Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:10 WI...

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:10 WIB

VIVA – Nama Pesulap Merah masih menjadi sorotan setelah konten yang dibuatnya di Gunung Kawi memunculkan perdebatan baru di media sosial. Kali ini, sorotan datang dari salah satu juru kunci atau kuncen Gunung Kawi, Agus, yang menilai tindakan Marcel Radhival kurang menghormati kawasan yang selama ini dikenal sebagai tempat ibadah lintas agama.

Baca Juga

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah podcast yang membahas polemik konten Pesulap Merah saat mengunjungi Gunung Kawi. Menurut Agus, persoalan utama bukan terletak pada kritik terhadap praktik pesugihan, melainkan cara penyampaian yang dianggap menyentuh kawasan sakral yang digunakan sebagai tempat ibadah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perbincangan tersebut, Agus mengaku menyayangkan cara Pesulap Merah membuat konten di kawasan Gunung Kawi.

Baca Juga

"Yang sempat viral itu sebenarnya boleh saya sebut sebenarnya agak kurang ajar sih,” kata sang kuncen yang dikutip dari YouTube Jejak Backpacker pada Sabtu, 11 Juli 2026. 

Menurutnya, setiap orang yang ingin memasuki area tertentu di Gunung Kawi seharusnya terlebih dahulu meminta izin kepada pengelola atau pihak yang bertanggung jawab di lokasi tersebut.

Baca Juga

"Saya lihat enggak boleh ya masuk-masuk di tempat-tempat khusus kita tanpa izin,” katanya lagi. 

Ketika ditanya apakah setiap pengunjung memang harus meminta izin, Agus menjawab bahwa hal tersebut memang semestinya dilakukan sebagai bentuk penghormatan.

"Ya harusnya seizin,” tambahnya. 

Gunung Kawi Disebut Bukan Sekadar Tempat yang Dikaitkan dengan Pesugihan

Agus kemudian menjelaskan bahwa selama ini banyak masyarakat hanya mengenal Gunung Kawi sebagai lokasi yang identik dengan pesugihan. Padahal menurutnya, kawasan tersebut juga merupakan tempat ibadah resmi bagi berbagai pemeluk agama.

"Tempat ini kan sebenarnya tempat peribadatan dari lima agama loh,” jelas Agus. 

Ia menyebut di kawasan Gunung Kawi terdapat berbagai fasilitas ibadah yang digunakan masyarakat.

"Kita lihat ada musala, ada rumah doa untuk Kristen, terus ada wihara, klenteng, pure,” jelasnya lagi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, Agus menilai penyebutan Gunung Kawi hanya sebagai lokasi pesugihan tidak sepenuhnya tepat.

"Di wihara, di pure, gereja, musala itu tempat doa-doa, tempat ibadah dengan tujuan yang baik. Enggak ada konsep-konsep pesugihan,” terang Agus. 

Halaman Selanjutnya

Ia pun mengingatkan agar masyarakat berhati-hati ketika membahas Gunung Kawi.

Dibangun dengan
Tema Stack dirancang oleh Jimmy