Sesuai arahan BNPB, kami masih akan melakukan penyiraman dalam upaya pembahasan kepada seluruh lokasi-lokasi yang ada di TPA Jatiwaringin
Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, masih memberlakukan status kedaruratan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, hingga 14 Juli 2026 meski pengendalian kebencanaan telah berhasil ditangani.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Sabtu, menyampaikan kedaruratan kebencanaan akan tetap berlaku selama 14 hari sebagai langkah penuntasan pengendalian kebakaran oleh petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerau (BPBD) setempat.
"Sesuai arahan BNPB, kami masih akan melakukan penyiraman dalam upaya pembahasan kepada seluruh lokasi-lokasi yang ada di TPA Jatiwaringin," katanya.
Baca juga: Pasca pemadaman, Pemkab bangun embung di sekitar TPA Jatiwaringin
Ia mengungkapkan untuk saat ini kondisi kebakaran dengan beberapa titik api di luasan 15 hektare telah berhasil dipadamkan hingga 100 persen, dimana pengendalian api dilakukan setelah berlangsung 10 hari.
"Setelah dilakukan survei di seluruh lokasi, baik sektor barat maupun timur hingga ke puncak timbunan, Alhamdulillah, sudah tidak ditemukan lagi asap dan api," ucapnya.
Ia mengatakan meski situasi kebakaran telah terkendali. Namun status tanggap darurat belum dicabut karena pemerintah masih akan melakukan pemantauan secara intensif hingga masa penetapan berakhir pada 14 Juli mendatang.
"Nanti akan kita lihat setelah tanggal 14, apakah perlu diperpanjang atau kondisinya sudah landai seperti sekarang. Nanti akan kita lihat di tanggal 14," ucapnya.
Baca juga: Kebakaran di TPA Jatiwaringin Tangerang berhasil dipadamkan
Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB Riswandi mengatakan pihaknya tetap menyiagakan dukungan personel dan armada udara untuk membantu penanganan kebakaran apabila dibutuhkan oleh pemerintah daerah.
"Jadi armada-armada kami, udara, bila dibutuhkan oleh Pak Bupati atau kepala daerah lain untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan maupun TPA, kami siap
membantu," ucapnya.
Dalam hal ini BNPB juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) yang memiliki TPA sampah untuk meningkatkan langkah mitigasi selama musim kemarau.
"Dan juga ke depan, ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua yang mempunyai area atau yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di sini. Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya, karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem," kata Riswandi.
Baca juga: Kepala BNPB ingatkan pemda waspada kebakaran TPA sampah saat kemarau
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.