Featured image of post Dianggap Mirip Rambut Kemaluan, Ini 5 Fakta Fat Coy yang Lagi Viral!

Dianggap Mirip Rambut Kemaluan, Ini 5 Fakta Fat Coy yang Lagi Viral!

Jakarta - Heboh tanaman fat choy yang disebut mirip dengan rambut kemaluan. Ternyata di balik kontroversinya, fat choy punya makna yang dianggap melambangkan kekayaan.Belakangan ini fat choy menjadi perbincang...

Jakarta -

Heboh tanaman fat choy yang disebut mirip dengan rambut kemaluan. Ternyata di balik kontroversinya, fat choy punya makna yang dianggap melambangkan kekayaan.

Belakangan ini fat choy menjadi perbincangan dan sorotan di media sosial setelah sejumlah konten memperlihatkan aneka kue dari croissant hingga cake dengan topping fat choy, yang tampilannya yang menyerupai rambut hitam. Tak sedikit netizen yang menyebutnya sebagai 'makanan jorok' karena dianggap mirip rambut kemaluan.

Bentuknya yang tidak biasa pun memicu beragam komentar, mulai dari rasa jijik hingga penasaran. Padahal, di balik tampilannya yang unik, fat choy bukanlah rambut atau benda asing seperti yang dibayangkan banyak orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik tampilannya yang tidak biasa, fat choy ternyata bukanlah rumput laut maupun sayuran. Bahan makanan ini memiliki nilai budaya yang tinggi karena dipercaya melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

Berikut ini 5 fakta fat coy dilansir dari Instagram @aishamaharani, (10/7/2026):

Dianggap Mirip Rambut Kemaluan, Ini 5 Fakta Fay Coy yang Lagi Viral!Makanan dengan bentuk nyeleneh ini merupakan tanaman, bukan rambut atau rumput. Foto: Istimewa

1. Bukan Rambut atau Rumput Liar

Meski tampak seperti helaian rambut hitam yang kusut, fat choy sebenarnya bukan rambut maupun rumput laut. Fat choy merupakan koloni sianobakteri (cyanobacteria) dengan nama ilmiah Nostoc flagelliforme yang tumbuh secara alami di kawasan gurun dan padang rumput.

Tanaman ini tumbuh di wilayah China bagian utara serta Mongolia. Bentuknya yang menyerupai rambut panjang berwarna hitam, membuat tanaman ini dijuluki sebagai hair vegetable.

Setelah dipanen dan dikeringkan, teksturnya menjadi ringan. Keunikan bentuknya inilah yang membuat fat choy mudah dikenali sekaligus menjadi salah satu bahan makanan paling ikonik dalam kuliner tradisional China.

2. Simbol Keberuntungan dan Kekayaan

Popularitas fat choy tidak hanya berasal dari rasanya, tetapi juga makna filosofis yang melekat padanya. Dalam bahasa Mandarin terdapat frasa 發財 (fa cai) yang berarti 'memperoleh rezeki' atau 'menjadi kaya'.

Sementara itu, penulisan nama fat choy menggunakan karakter 髮菜 yang memiliki pengucapan hampir sama dengan 發財. Kemiripan bunyi tersebut membuat masyarakat Tionghoa menganggap fat choy sebagai simbol datangnya keberuntungan, rezeki, dan kemakmuran.

Fat choy hampir selalu hadir dalam hidangan Tahun Baru Imlek. Menyantapnya dipercaya menjadi doa dan harapan agar tahun yang baru membawa kelimpahan rezeki bagi seluruh anggota keluarga.

3. Harganya yang Mahal

Meski tampilannya mirip rambut kemaluan, tapi fat choy termasuk bahan pangan premium yang memiliki harga cukup tinggi. Untuk kualitas baik, harga sekitar 50 gram bisa mencapai Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.

Sementara kemasan 100 gram dapat dijual mulai Rp500 ribu sampai lebih dari Rp1 juta, bahkan lebih mahal untuk kualitas premium. Tingginya harga tersebut dipengaruhi beberapa faktor.

Fat choy tumbuh sangat lambat di habitat alaminya sehingga proses regenerasinya membutuhkan waktu lama. Selain itu, proses panennya juga tidak mudah karena harus dikumpulkan secara hati-hati dari kawasan padang rumput kering.

Dianggap Mirip Rambut Kemaluan, Ini 5 Fakta Fay Coy yang Lagi Viral!Fat choy sebenernya punya nutrisi yang tinggi. Foto: Istimewa

4. Bernutrisi Tinggi

Meski dikonsumsi dalam jumlah sedikit, fat choy tetap memiliki kandungan gizi yang banyak. Dalam kondisi kering, bahan pangan ini mengandung serat pangan, protein, zat besi, kalsium, magnesium, hingga kalium.

Serat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, sedangkan mineral seperti zat besi dan kalsium berperan dalam berbagai fungsi tubuh. Sayangnya penggunaan fat choy hanya sebagai pelengkap hidangan, kontribusi nutrisinya terhadap kebutuhan harian tidak terlalu besar.

Kandungan nutrisi dalam fat choy terbilang masih 'hidden gem' dan tak banyak disadari. Sebab sampai saat ini fat choy masih dianggap hanya sebagai pelengkap makanan bukan sebagai asupan makanan utama.

5. Diolah dalam Berbagai Hidangan

Dalam dunia kuliner China, fat choy diolah menjadi berbagai macam masakan. Bahan ini sering dimasukkan ke dalam sup, hidangan vegetarian khas Buddha, tumisan jamur (braised mushroom), hingga isian berbagai makanan tradisional.

Sebelum dimasak, fat choy biasanya direndam terlebih dahulu agar teksturnya kembali lembut. Setelah itu, bahan ini mudah menyerap cita rasa kuah maupun bumbu sehingga cocok dipadukan dengan aneka masakan.

Belakangan, fat choy juga sempat menjadi sorotan di media sosial karena digunakan untuk membuat konten makanan yang menyerupai bagian rambut kemaluan.

Padahal, secara budaya, fat choy merupakan bahan pangan yang memiliki nilai simbolis dan dihormati dalam tradisi kuliner Tionghoa.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)

Dibangun dengan
Tema Stack dirancang oleh Jimmy