Liputan6.com, Jakarta - Blush on selama ini identik sebagai sentuhan akhir yang memberi rona segar pada pipi, padahal produk makeup satu ini juga bisa dimanfaatkan untuk membentuk dimensi wajah. Salah satu teknik yang kembali mencuri perhatian adalah blush draping.
Itu merupakan cara mengaplikasikan blush pada titik-titik tertentu untuk menciptakan ilusi wajah yang lebih tegas, terangkat, sekaligus tampak segar. Meski berasal dari era 1970-an, blush draping tetap terasa relevan hingga kini.
Teknik ini pertama kali dipopulerkan oleh makeup artist legendaris Way Bandy yang memanfaatkan blush untuk membentuk kontur wajah tanpa bergantung pada bronzer atau contour. Seiring berkembangnya tren makeup yang mengutamakan hasil natural dan kulit sehat bercahaya, blush draping kembali digemari, melansir Laura Mercier, Jumat, 10 Juli 2026.
Berbeda dengan teknik contour yang menggunakan warna cokelat untuk menciptakan efek bayangan, blush draping mengandalkan gradasi warna seperti pink, peach, dan coral yang mengikuti struktur wajah.
Aplikasi yang tepat mampu memberikan kesan pipi lebih terangkat sekaligus mempertegas bentuk wajah tanpa hasil akhir yang terlihat berat. Popularitas blush draping juga sejalan dengan tren soft sculpting, yaitu teknik membentuk wajah dengan tampilan yang lebih halus dan natural dibandingkan contour konvensional.
Karena menggunakan warna yang menyerupai rona alami kulit, teknik ini mudah diterapkan untuk makeup sehari-hari maupun tampilan minimalis. Tak heran, banyak makeup artist kini menjadikan blush sebagai produk utama yang mampu menyempurnakan keseluruhan riasan, bukan sekadar pelengkap.
Langkah-Langkah Mengaplikasikan Blush Draping Seperti Pro
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4662075/original/068795300_1700820785-pexels-mart-production-7290210.jpg)
Perbesar
1. Mulai dengan base makeup
Awali dengan kulit yang bersih dan lembap, lalu gunakan foundation, tinted moisturizer, atau tinted serum sebagai dasar. Jika memakai bronzer atau highlighter, aplikasikan lebih dulu agar hasil blush tampak menyatu.
2. Pilih warna yang sesuai
Karena menjadi fokus riasan, pilih warna blush sesuai tone kulit. Soft pink, nude pink, dan peach cocok untuk tampilan natural, sementara coral atau rose memberi efek wajah lebih hangat.
Untuk tampilan lebih berani, pilih merah terang atau fuchsia. Sesuaikan juga dengan undertone kulit dan warna eyeshadow.
3. Aplikasikan di titik yang tepat
Sapukan blush pada apel pipi, lalu baurkan ke arah tulang pipi hingga pelipis untuk menciptakan efek wajah lebih terangkat. Tambahkan sedikit pada kelopak mata atau batang hidung bila ingin tampilan monokrom yang segar.
4. Blend hingga halus
Baurkan blush menggunakan kuas, spons, atau jari hingga menyatu dengan kulit. Mulailah dengan warna tipis, lalu tambahkan intensitas secara bertahap agar hasilnya tampak natural dan berdimensi.
Penempatan Blush Menentukan Hasil Akhir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261106/original/069336100_1781680665-pexels-polina-tankilevitch-6006275.jpg)
Perbesar
Perbedaan utama blush draping dengan penggunaan blush biasa terletak pada teknik aplikasinya. Alih-alih hanya memberi warna di bagian tengah pipi, blush diaplikasikan mengikuti struktur wajah untuk menciptakan dimensi.
Sapuan yang dibaurkan ke atas, mengikuti tulang pipi hingga pelipis, mampu memberikan ilusi wajah lebih terangkat sekaligus membuat tulang pipi tampak lebih tegas. Untuk efek sculpting yang lebih lembut, blush juga bisa diaplikasikan sedikit di bawah tulang pipi sebagai pengganti bronzer atau kontur.
Teknik ini dapat disesuaikan dengan bentuk wajah. Pemilik wajah bulat sebaiknya membaurkan blush lebih tinggi agar wajah terlihat lebih panjang, sementara pemilik wajah lonjong dapat mengaplikasikannya secara horizontal untuk menciptakan proporsi yang lebih seimbang.
Dengan penempatan yang tepat, blush tidak hanya memberi rona segar, tapi juga menyempurnakan bentuk wajah secara natural.
Mengapa Blush Draping Kembali Digemari?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5257021/original/002480300_1750301379-2150039183.jpg)
Perbesar
Kembalinya tren blush draping sejalan dengan meningkatnya minat pada makeup yang menonjolkan kulit sehat, segar, dan natural. Berbeda dengan contour yang menciptakan bayangan tegas, teknik ini mengandalkan rona blush untuk membentuk dimensi wajah sehingga hasilnya terlihat lebih lembut.
Cukup dengan satu produk, blush draping mampu memberikan efek pipi merona sekaligus ilusi wajah yang lebih terangkat. Tak heran banyak makeup artist dan kreator konten kecantikan mulai menjadikan blush sebagai produk utama untuk membentuk wajah.
Selain lebih praktis, teknik ini juga mudah dipelajari oleh pemula dan dapat disesuaikan dengan berbagai gaya riasan, mulai dari no makeup makeup look hingga tampilan glam. Fleksibilitas dan hasil akhirnya yang natural membuat blush draping kembali menjadi salah satu tren makeup yang banyak digemari sepanjang 2026.