Featured image of post Bendungan Jlantah Karanganyar perkuat ketahanan pangan

Bendungan Jlantah Karanganyar perkuat ketahanan pangan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa keberadaan Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, memperkuat ketahanan ANTARA News jateng ekonomi ...

Bendungan Jlantah Karanganyar perkuat ketahanan pangan

Sabtu, 11 Juli 2026 15:06 WIB

Image Print

Bendung Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa keberadaan Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, memperkuat ketahanan pangan.

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, di Semarang, Sabtu, mengatakan bahwa pembangunan bendungan itu merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan infrastruktur sumber daya air di Jateng.

Bendungan Jlantah adalah salah satu bendungan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring pada Jumat (10/7) kemarin.

Ia menjelaskan bahwa bendungan itu akan memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian, pengendalian banjir, hingga penyediaan air baku bagi masyarakat sehingga memperkuat ketahanan pangan.

Bendungan itu memiliki kapasitas untuk mengairi sekitar 1.500 hektare (ha) lahan pertanian yang telah ada, sekaligus mendukung pengembangan sekitar 229 ha lahan sawah baru.

Dengan aliran air dari bendungan itu, lanjut dia, lahan pertanian di daerah tersebut diperkirakan bisa ditanam tiga kali selama setahun, dengan menghasilkan rata-rata enam ton gabah per ha setiap musim tanam.

Bendungan Jlantah diperkirakan mampu menopang produksi hingga sekitar 27 ribu ton padi setiap tahun.

"Ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya," katanya.

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Jlantah juga akan menyediakan air baku bagi masyarakat dengan kapasitas sekitar 125 liter per detik.

Menurut dia, ketersediaan air tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih.

Tidak hanya itu, bendungan tersebut juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga sektor energi.

Meskipun telah diresmikan, Sumarno menyebut masih terdapat pekerjaan lanjutan yang perlu segera diselesaikan, yakni pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal.

Pemprov Jateng bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengusulkan pembangunan jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres).

Sementara itu kehadiran Bendung Jlantah di Kabupaten Karanganyar membawa perubahan besar bagi sektor pertanian, khususnya bagi para petani di Desa Tlobo.

Jika sebelumnya hanya mampu menanam padi dua kali dalam setahun, kini petani dapat melakukan tiga kali musim tanam (MT) dengan hasil panen yang lebih optimal.

Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo Sugeng mengatakan sebelum bendung dibangun, ketersediaan air menjadi persoalan utama, terutama saat musim kemarau.

"Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dibangun dengan
Tema Stack dirancang oleh Jimmy