AS kembali serang Iran usai kapal niaga diserang di Hormuz
Minggu, 12 Juli 2026 10:22 WIB
Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang berlabuh di Teluk Oman, lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang sangat penting. Lalu lintas maritim di sepanjang koridor perdagangan global yang vital ini mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat pada awal Februari. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency / pri.
Istanbul (ANTARA) - Militer Amerika Serikat pada Sabtu (11/7) menyatakan telah melancarkan serangan gelombang ketiga terhadap Iran pekan ini setelah pasukan Iran menyerang sebuah kapal niaga di Selat Hormuz dan mengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan serangan dimulai pada pukul 19.15 waktu setempat (18.15 WIB) atas perintah Presiden Donald Trump selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata melalui media sosial X.
Menurut CENTCOM, serangan dilakukan setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal kargo M/V GFS Galaxy. Akibat serangan itu, satu awak sipil dilaporkan hilang.
Kapal tersebut juga tidak dapat melanjutkan pelayaran karena mengalami kebakaran di atas kapal dan kerusakan parah pada ruang mesin.
Seorang pejabat AS, seperti dikutip Axios, mengatakan IRGC menembakkan rudal ke arah kapal saat melintasi Selat Hormuz sehingga menyebabkan kerusakan.
Insiden itu terjadi sehari setelah pemerintahan Trump meminta Iran memberikan jaminan publik mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Jaminan tersebut menjadi salah satu syarat utama Washington untuk menghentikan siklus konflik dengan Teheran.
Serangan itu juga terjadi setelah perundingan di Muscat, Oman, yang melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, dan sejumlah pejabat Qatar. Perundingan tersebut bertujuan mencari jalan keluar atas kebuntuan antara kedua negara.
Sementara itu, IRGC menyatakan telah memperingatkan sejumlah kapal agar tidak menggunakan jalur yang disebutnya tidak sah di Selat Hormuz.
IRGC mengaku melepaskan "tembakan peringatan" setelah sebuah kapal kargo tidak mengubah haluan.
"Setelah insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga intervensi Amerika di kawasan ini berakhir. Tidak ada kapal yang diizinkan melintas," demikian pernyataan IRGC.
Seorang diplomat yang mengetahui jalannya perundingan mengatakan Oman mengusulkan pembukaan kembali kedua jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk akses penuh ke jalur selatan melalui perairan Oman sesuai aturan sebelum perang.
Namun, delegasi Iran disebut belum dapat menyetujui usulan tersebut dan kembali ke Teheran untuk melakukan pembahasan lebih lanjut.
Pejabat AS mengatakan kapal kargo yang diserang IRGC sedang melintasi jalur selatan yang diusulkan Oman untuk dibuka kembali.
CENTCOM menyatakan Iran kembali diberi kesempatan untuk menunjukkan kepatuhan terhadap nota kesepahaman yang telah disepakati.
Namun, menurut militer AS, Iran kembali gagal memenuhinya.
"Sebagai tanggapan, Amerika Serikat mengenakan konsekuensi yang berat dengan terus melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal niaga yang melintasi selat secara bebas," kata CENTCOM.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026